Tampilkan postingan dengan label Students Today. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Students Today. Tampilkan semua postingan
Mobil dan Motor Bakal 'Dilarang' Masuk Kampus ITS
Akan ada larangan mobil dan sepeda motor masuk ke kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Hal itu dilakukan sebagai perwujudan Program ITS Eco-Campus. Program ini menjadikan kampus terbesar se-Indonesia Timur itu sebagai lembaga pendidikan yang akrab dengan lingkungan.
Menurut Ketua Program Eco-Campus ITS, Dr Eng Ahmad Rusdiansyah, aspek lain yang diperhatikan dalam program Eco-Campus ini adalah persoalan transportasi. Penataan sistem transportasi harus menekankan pada usaha mengurangi ketergantungan pada penggunaan unit kendaraan bermotor pribadi.
Ketersediaan fasilitas yang aman, nyaman dan terencana baik, akan mendorong penggunaan sepeda dan mendukung aktivitas pejalan kaki. Saat ini, beberapa ruas jalan di ITS sudah dilengkapi dengan jalur khusus sepeda. Tahun mendatang, diharapkan semua ruas jalan ITS sudah dilengkapi dengan jalur sepeda.
“Kami berusaha menggalakkan penggunaan sepeda di lingkungan kampus. Rencananya, tiap Jumat akan dijadikan car free day. Jadi, tidak boleh ada motor dan mobil masuk kampus. Sepedanya kami sediakan berkat kerja sama dengan mitra kami,” tuturnya, Jumat (16/9/2011).
Ke depan, seluruh sepeda motor maupun mobil akan diparkir di Gedung ITS. Hal itu juga berlaku bagi segenap civitas akademika ITS. Selanjutnya, mereka akan masuk ke ITS menggunakan sepeda yang akan disediakan sebanyak 560 unit. Tidak hanya itu, melalui program Eco-Campus ini, akan dibangun jalur khusus angkutan massal dalam kampus.
Sayangnya, Ahmad tidak menyebut secara pasti kapan pelarangan sepeda motor dan mobil masuk kampus itu berlaku. Namun, menurutnya, program Eco-Campus ini akan berlanjut selama empat tahun ke depan. "Jika nanti seluruh infrastruktur itu siap, maka kebijakan ini akan langsung dilakukan," katanya.
Di tempat yang sama, Sekretaris Program Eco-Campus, Susi Wilujeng menambahkan, Eco-Campus adalah konsentrasi terhadap program penghijauan di kampus ITS. Penghijauan itu akan dilaksanakan dengan penanaman hutan kampus berdasarkan fungsi konservasi dan budidaya terutama untuk tanaman langka spesifik yang dapat tumbuh di ITS sehingga dapat menjadi ciri khas ITS.
“Keanekaragaman hayati juga dapat dicapai, di antaranya dengan mengelola lahan tidak terbangun, baik di dalam maupun di sekitar kampus. Misalnya, dengan penghijauan kampus sehingga dapat mendorong keragaman fauna,” ujarnya.
Labels:
Students Today
Jangan Ragu Kuliah Diploma!
Tingkatan pendidikan tinggi apa yang Anda pilih, bisa jadi tergantung pada apa yang Anda cita-citakan di masa depan. Untuk menjadi orang sukses, banyak jalan yang bisa mengantarkan. Salah satunya dengan menempuh pendidikan diploma. Tetapi, masihkah ada yang berpandangan bahwa kuliah diploma 3 (D-3) tidak keren? Jangan salah! Pengalaman artis yang juga mantan politisi, Marissa Haque, mungkin bisa memberikan perspektif lain mengenai pendidikan diploma.
Marissa mengatakan, mahasiswa dan lulusan D-3 juga memiliki keunggulan yang tak kalah dengan lulusan S-1.
"Jaman saya dulu, gelar S-1 itu jadi ajang 'gaya-gayaan', biar dilirik sama calon mertua," ujar Marissa sambil tertawa, saat mengisi Pengenalan Sistem Pendidikan dan Lingkungan (PSPL) yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia (LP3I), di GOR Basket Senayan, Jakarta, Kamis (15/9/2011).
Istri rocker Ikang Fawzi ini mengatakan, jenjang D-3 memang masih jarang dilirik. Padahal, menurutnya, salah satu yang menjadi cost center bagi orangtua ketika menghidupi anaknya adalah pada biaya pendidikan. Artinya, biaya yang paling besar untuk dikeluarkan bagi anak adalah biaya pendidikannya. Ketika anaknya sudah bekerja, orangtua mengharapkan anaknya menjadi profit center. Dengan kuliah di jenjang diploma, para lulusan akan lebih siap masuk ke dunia kerja.
"Yang diajarkan di jenjang D-3 adalah lifeskill" lanjut Marissa.
Ia menjelaskan, mahasiswa diploma dalam perkuliahannya diajarkan keterampilan motorik. Oleh karena itu, mereka akan mendapatkan bekal yang cukup untuk beradaptasi di dunia kerja, karena orientasi dari jenjang diploma adalah menghasilkan lulusan yang siap kerja atau sudah 'matang'.
"Setiap orang terlahir menjadi juara, kita ini tercipta karena kita juara, dari jutaan sperma yang masuk ke rahim ibu, hanya satu yang berhasil masuk, dan jadilah kita! Oleh karena itu, kita harus memiliki mental sebagai seorang juara!" tambah Marissa.
Ia juga mengungkapkan, saat ini lulusan diploma menjadi incaran banyak perusahaan karena kepercayaan bahwa mereka akan lebih siap terjun di dunia kerja.
Sementara itu, Verus Hardian, Direktur Marketing dan PR LP3I mengatakan, di jenjang diploma, mahasiswa diajarkan untuk siap bekerja di level staff sehingga mereka juga terbiasa jika nanti karir mereka akan naik ke jajaran manajerial.
Mahasiswa diploma juga diharapkan dapat menjadi generasi muda yang memahami posisi strategisnya sebagai orang yang harus mengemban tanggung jawab sosial, dan memahami bahwa mereka memiliki peran dan fungsi sebagai kelompok yang well informed, alias kelompok yang memiliki semangat berkompetisi yang kuat.
Marissa mengatakan, mahasiswa dan lulusan D-3 juga memiliki keunggulan yang tak kalah dengan lulusan S-1.
"Jaman saya dulu, gelar S-1 itu jadi ajang 'gaya-gayaan', biar dilirik sama calon mertua," ujar Marissa sambil tertawa, saat mengisi Pengenalan Sistem Pendidikan dan Lingkungan (PSPL) yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia (LP3I), di GOR Basket Senayan, Jakarta, Kamis (15/9/2011).
Istri rocker Ikang Fawzi ini mengatakan, jenjang D-3 memang masih jarang dilirik. Padahal, menurutnya, salah satu yang menjadi cost center bagi orangtua ketika menghidupi anaknya adalah pada biaya pendidikan. Artinya, biaya yang paling besar untuk dikeluarkan bagi anak adalah biaya pendidikannya. Ketika anaknya sudah bekerja, orangtua mengharapkan anaknya menjadi profit center. Dengan kuliah di jenjang diploma, para lulusan akan lebih siap masuk ke dunia kerja.
"Yang diajarkan di jenjang D-3 adalah lifeskill" lanjut Marissa.
Ia menjelaskan, mahasiswa diploma dalam perkuliahannya diajarkan keterampilan motorik. Oleh karena itu, mereka akan mendapatkan bekal yang cukup untuk beradaptasi di dunia kerja, karena orientasi dari jenjang diploma adalah menghasilkan lulusan yang siap kerja atau sudah 'matang'.
"Setiap orang terlahir menjadi juara, kita ini tercipta karena kita juara, dari jutaan sperma yang masuk ke rahim ibu, hanya satu yang berhasil masuk, dan jadilah kita! Oleh karena itu, kita harus memiliki mental sebagai seorang juara!" tambah Marissa.
Ia juga mengungkapkan, saat ini lulusan diploma menjadi incaran banyak perusahaan karena kepercayaan bahwa mereka akan lebih siap terjun di dunia kerja.
Sementara itu, Verus Hardian, Direktur Marketing dan PR LP3I mengatakan, di jenjang diploma, mahasiswa diajarkan untuk siap bekerja di level staff sehingga mereka juga terbiasa jika nanti karir mereka akan naik ke jajaran manajerial.
Mahasiswa diploma juga diharapkan dapat menjadi generasi muda yang memahami posisi strategisnya sebagai orang yang harus mengemban tanggung jawab sosial, dan memahami bahwa mereka memiliki peran dan fungsi sebagai kelompok yang well informed, alias kelompok yang memiliki semangat berkompetisi yang kuat.
Labels:
Students Today
PT Harus Jadi Tempat Mengasah Logika Berpikir
Perguruan Tinggi (PT) jangan hanya menjadi lembaga yang mengajarkan teori-teori saja, tetapi harus menjadi tempat mengasah logika berpikir untuk menumbuhkan jiwa wirausaha pada generasi bangsa.
Hal itu dikatakan mantan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, dalam orasi ilmiahnya pada acara _Dies Natalis Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) ke 50_. “Yang penting adalah mengasah logika berpikir,” katanya di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Senin (12/9/2011).
Menurutnya, PT harus memotivasi tumbuhnya jiwa-jiwa entrepreneur pada generasi muda karena tidak akan maju sebuah Negara tanpa memiliki jiwa-jiwa entrepreneur pada diri rakyatnya.
JK mengatakan, tidak perlu membuka banyak-banyak jurusan ekonomi untuk menumbuhkan jiwa-jiwa entrepreneur karena pada disiplin ilmu lain, jiwa beriwirusaha ini bisa juga ditumbuhkan. “Contohnya kenyataan sekarang lebih banyak insinyur jadi pengusaha ketimbang yang berasal dari Fakultas Ekonomi,” ujar pengusaha berdarah Bugis ini.
Mengasah logika berpikir mahasiswa dinilai jauh lebih penting daripada mengajari teori-teori yang sulit dipraktekkan. Dengan mengasah logika berpikir, masyarakat dapat menciptakan persaingan dan terbuka pada kemajuan.
JK menyebutkan, untuk meraih kesuksesan di era globalisasi ini dibutuhkan jiwa usaha dan berani mengambil risiko, sementara ijazah hanya nomor dua. Jiwa usaha bisa lahir dari merubah cara berpikir atau mengikuti jejak orangtua yang pedagang.
Memulai sebuah usaha, kata dia, sangat mudah. Intinya hanya butuh kemauan, berani menanggung risiko, tidak banyak berpikir, serta memulainya dengan bisnis kecil-kecilan. “Kalau terlalu banyak berpikir jadi susah memulainya. Jadi tidak butuh teori yang banyak untuk memulai usaha,” ujar JK.
“Sama seperti orang agar bisa berenang, kalau hanya dengan membaca buku teori teknik beranang saja, kapan pun tidak akan bisa beranang. Tapi coba langsung terjun dipinggir-pinggir dulu, dua minggu pasti bisa,” JK mengumpamakan.
Di tengah sempitnya lapangan kerja di dalam negeri, membuka usaha sendiri dinilai potensi paling menjajikan bagi setiap lulusan PT disamping bekerja di tempat usaha orang lain. JK mengatakan, sekarang tidak zamannya lagi lulusan PT hanya berharap menjadi PNS, karena PNS di Indonesia kini jumlahnya sudah sangat banyak.
Menurut JK, orang yang bisa mengubah hidupnya ke arah lebih baik adalah orang-orang yang berani mengambil risiko, seperti menjadi pengusaha. Sementara orang yang takut mengambil risiko, seperti PNS hidupnya hanya sebatas stabil atau pas-pasan. “Kalau PNS mengambil risiko ya seperti Nazaruddin,” sindirnya yang mengundang tawa hadirin.
Hal itu dikatakan mantan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, dalam orasi ilmiahnya pada acara _Dies Natalis Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) ke 50_. “Yang penting adalah mengasah logika berpikir,” katanya di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Senin (12/9/2011).
Menurutnya, PT harus memotivasi tumbuhnya jiwa-jiwa entrepreneur pada generasi muda karena tidak akan maju sebuah Negara tanpa memiliki jiwa-jiwa entrepreneur pada diri rakyatnya.
JK mengatakan, tidak perlu membuka banyak-banyak jurusan ekonomi untuk menumbuhkan jiwa-jiwa entrepreneur karena pada disiplin ilmu lain, jiwa beriwirusaha ini bisa juga ditumbuhkan. “Contohnya kenyataan sekarang lebih banyak insinyur jadi pengusaha ketimbang yang berasal dari Fakultas Ekonomi,” ujar pengusaha berdarah Bugis ini.
Mengasah logika berpikir mahasiswa dinilai jauh lebih penting daripada mengajari teori-teori yang sulit dipraktekkan. Dengan mengasah logika berpikir, masyarakat dapat menciptakan persaingan dan terbuka pada kemajuan.
JK menyebutkan, untuk meraih kesuksesan di era globalisasi ini dibutuhkan jiwa usaha dan berani mengambil risiko, sementara ijazah hanya nomor dua. Jiwa usaha bisa lahir dari merubah cara berpikir atau mengikuti jejak orangtua yang pedagang.
Memulai sebuah usaha, kata dia, sangat mudah. Intinya hanya butuh kemauan, berani menanggung risiko, tidak banyak berpikir, serta memulainya dengan bisnis kecil-kecilan. “Kalau terlalu banyak berpikir jadi susah memulainya. Jadi tidak butuh teori yang banyak untuk memulai usaha,” ujar JK.
“Sama seperti orang agar bisa berenang, kalau hanya dengan membaca buku teori teknik beranang saja, kapan pun tidak akan bisa beranang. Tapi coba langsung terjun dipinggir-pinggir dulu, dua minggu pasti bisa,” JK mengumpamakan.
Di tengah sempitnya lapangan kerja di dalam negeri, membuka usaha sendiri dinilai potensi paling menjajikan bagi setiap lulusan PT disamping bekerja di tempat usaha orang lain. JK mengatakan, sekarang tidak zamannya lagi lulusan PT hanya berharap menjadi PNS, karena PNS di Indonesia kini jumlahnya sudah sangat banyak.
Menurut JK, orang yang bisa mengubah hidupnya ke arah lebih baik adalah orang-orang yang berani mengambil risiko, seperti menjadi pengusaha. Sementara orang yang takut mengambil risiko, seperti PNS hidupnya hanya sebatas stabil atau pas-pasan. “Kalau PNS mengambil risiko ya seperti Nazaruddin,” sindirnya yang mengundang tawa hadirin.
Labels:
Students Today
Kampusnya Para Politikus !
Sebuah laman survei The Daily Beast telah mensurvei ratusan universitas di Amerika yang melahirkan politikus hebat seantero jagad. Survei yang dilakukan, diambil bedasarkan jumlah jebolannya yang menjadi presiden, senator, atau pun anggota legislatif di parlemen Amerika Serikat.
Penasaran, universitas apa saja yang bisa bikin kamu menjadi politikus hebat? Berikut daftarnya seperti yang dikutip dari The Daily Beast.
1. Harvard University
Universitas yang memiliki semboyan veritas (kebenaran) ini memang enggak diragukan lagi kualitasnya. Meski tidak lagi menyandang presikat universitas terbaik di dunia, Harvard paling banyak melahirkan politikus hebat.
Tercatat sebanyak delapan presiden, 12 senator, 21 anggota parlemen paling berpengaruh di Amerika merupakan lulusan Harvard.
2. Yale University
Universitas Yale merupakan universitas yang terkenal dengan jurusan Liberal Arts tersbut menduduki peringkat kedua dalam mencetak politikus berbakat. Tercatat lima presiden, sembilan senator, dan sembilan anggota parlemen berhasil lulus dari Yale.
3. Georgetown University
Universitas Georgetown dikenal sebagai penyumbang anggota legislatif yang cukup banyak di parlemen Amerika. Meski demikian, Georgetown turut menyumbang dua presiden, enam senator, dan sebelas anggota parelemen.
4. Standford University
Seperti kebanyakan universitas di Amerika, Standford dikelilingi bangunan tua yang sarat nilai sejarah. Walau pun termasuk sedikit dalam jumlah jebolan yang menjadi politikus, Standford telah melahirkan tiga presiden, enam senator, dan tujuh anggota parelemen.
5. University of California - Los Angles
Meskipun belum pernah meluluskan seorang presiden, universitas yang terkenal dengan sebutan UCLA ini merupakan kampus yang melahirkan politisi untuk parelmen, yakni sebanyak 12 orang dan satu senator.
6. University of Texas
Sama seperti UCLA, Universitas Texas juga belum pernah melahirkan politikus yang menjabat sebagai presiden. Pun hampir sama dalam kontribusi jumlah anggota parelemen, yakni sebanyak 11 anggota dan satu orang senator.
7. University of Michgan
Meski terbilang sedikit berkontribusi pada jumlah senator, Universitas Michigan telah melahirkan satu orang presiden dan satu senator, loh.
8. University of North Carolina
Kampus yang terletak di negara bagian utara Negeri Paman Sam ini belum pernah punya jebolan seorang senator. Sebagai gantinya, universitas yang berbasis di Chapel Hill tersebut, melahirkan sepuluh anggota parlemen dan seorang presiden.
9. George Washington University
Meski nama kampus ini diambil dari nama presiden pertama Negara Adi Daya tersebut, namun ironisnya, kampus ini belum pernah meluluskan seorang presiden. Kontribusinya dalam jumlah senator dan anggota parlemennya pun masing-masing hanya lima orang saja.
10. Columbia university
Universitas Columbia memang terkenal dalam Liberal Arts-nya, pun berlaku dalam hal cetak-mencetak politikus. Sebanyak tiga orang presiden merupakan jebolan universitas pengahasil literatur ilmiah itu, berkontribusi di parlemen dengan anggota sebanyak lima orang dan turut meramaikan bursa senator walaupun hanya satu orang.
Labels:
Students Today,
Unique Mode On
Cyber Plagiarisme Skripsi Meningkat!
Lembaga yang juga bekerja sama denga, laman The Chronicle of Higher Education tersebut melakukan survei terhadap 1055 mahasiswa, baik dari universitas negeri maupun universitas swasta, dengan mewawancarai mereka melalui telepon.
"Dari survei tersebut, didapat data sebanyak 55 persen mahasiswa melakukan plagiat skripsi sepanjang sepuluh tahun terakhir," demikian yang dilansir dari HuffPost College, Minggu (4/9/2011).
Mayoritas dari mereka yakni sebanyak 89 persen mengatakan komputer dan internet memegang peran utama dalam hal contek-mencontek tersebut.
Selain mensurvei plagiarsme, survei tersebut juga meneliti kelanjutan pertumbuhan pembelajaran dalam jaringan (Online learning). Setengah dari responden diprediksi akan mengambil kelas dengan metode online sepuluh tahun sejak sekarang.
Sementara itu, 62 persen mahasiswa akan menggunakan buku digital pada 2021. Dari 2142 anggota masyarakat dengan usia 18 tahun yang diwawancara pada survei berikutnya, sebanyak 29 persen diprediksi akan memiliki tingkat pendidikan yang sama tanpa mengikuti perkuliahan konvensional, yakni di dalam kelas.
Dan lebih dari 51 persen dari responden mengakatakan pembelajaran online memberikan nilai yang sama dengan pembelajaran konvensional.
Labels:
Students Bleak,
Students Today
Mata Kuliah Favorit Mahasiswa Amerika
Sebab, mahasiswa di sana cenderung diberi kebebasan oleh dosen wali mereka untuk memilih kelas atau mata kuliah yang kiranya mereka sukai, dengan catatan harus lulus dengan nilai bagus.
Bahkan saking banyaknya ragam kelas, ada sebuah studi unik mengenai kelas-kelas favorit mahasiswa di Negeri Paman Sam tersebut. Studi itu merangkum ratusan komentar dari mahasiswa seluruh Amerika.
Penasaran kelas apa yang menjadi favorit mahasiswa Amerika? Intip daftarnya yang dilansir dari Her Campus,
1. Kelas Marketing
Marketing bisa jadi membosankan bagi kamu, tapi tidak untuk mahasiwa di Amerika. Sebab, dari kelas marketing, mereka tidak hanya belajar mengenai teori marketing, cara menghadapi konsumen, citra produk, dan sebaginya. Mereka juga diminta untuk membuat produk nyata yang harus mereka jual, dan melaporkan hasil penjualan di akhir semester.
2. Kelas Menulis Non Fiksi
Bagi mahasiswa di Amerika, kemampuan menulis adalah segalanya. Maka, jangan heran mereka berbondong-bondong ingin belajar menulis lebih baik lagi melalui kelas menulis. Kebanyakan kampus menekankan tulisan non fiksi, sebab, kemampuan menulis dianggap sangat krusial dalam penulisan skripsi dan tesis. Selain itu, menulis non fiksi dinilai bisa berkembang ke berbagai gaya penulisan.
3. Kelas Kombinasi Filosofi dan Teologi
Kelas ini cukup banyak dimintai, lantaran selain membahas dasar dari ilmu filosofi, kelas ini juga mempelajari cabang-cabangnya. Tidak hanya filosofi saja, kelas yang 60 persen terdiri dari teori tersebut juga mempelajari mengenai ketuhanan bedasarkan seluruh agama di dunia, bahkan mengupas habis mengenai ateisme.
4. Kelas Manipulasi Logam
Rasanya kelas ini merupakan kelas yang unik, ya. Namun, tujuan kelas ini bukan hanya memanipulasi logam menjadi satu karya ilmiah atau pun seni saja, kelas ini rupanya memang mengajarkan mahasiswa untuk mencintai logam, dan bisa menguasai turunan bentuk logam.
5. Kelas Pembicara Publik
Mungkin kamu sudah tahu kegiatan seputar kelas ini. Mahasiswa di Amerika sangat menyukai kelas dengan 80 persen kuota pekuliahan praktek. Belum lagi ujian akhir semester yang juga tidak kalah serunya.
6. Kelas Tekstil dan Manajemen Penampilan
kamu enggak akan menyangka, peminat kelas ini tidak hanya didominasi oleh kaum hawa. Mahasiswa pria pun tertarik dengan kelas ini. Enggak hanya mempelajari bagaimana fasyen berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga mempelajari bagaimana industri fesyen berpengaruh terhadap suatu negara! Wah, berat juga yah.
7. Kelas Teori Komunikasi Antar Pribadi
Kedengarannya membosankan dan mungkin tidak laku bagi mahasiswa Indonesia, namun, menurut survei, mahasiswa Amerika menyukai kelas ini lantaran konten perkuliahannya. Seperti yang kita tahu mengenai komunikasi antar pribadi, sudah pasti mempelajari tentang bagaimana motif kebahagiaan saling disampaikan melalui isi pernyataan, dan bagaimana komunikasi bisa terjalin antar hubungan dua orang.
8. Kelas Pariscapes
Bingung kelas macam apa ini? Seperti namanya yang diambil dari salah satu kota terkenal di dunia yakni Paris, kelas ini rupanya memang mempelajari segala hal mengenai Paris. Dari karya sastra yang berhubungan dengan kota Romansa tersebut, kuliner, bahkan sampai tempat prostitusi di Paris! Kelas ini bertujuan untuk menggali kebudayaan Paris yang berdampak sangat besar dalam peradaban Eropa.
9. Kelas Mulitagama Amerika
Karena Amerika dikenal dengan negara yang bebas, maka tidak heran banyak ajaran agama berkembang di sana. Bedasarkan kondisi tersebut, mahasiswa Amerika sangat tetrtarik untuk mempelajari perkembangan agama di negaranya. Kelas ini mendiskusikan bagaimana agama berperan dalam tatanan sosial di Negeri Adi Daya tersebut dan bagaimana agama ikut andil dalam pembentukan budaya.
10. Kelas Relaksasi
Bukan lelucon, kelas relaksasi memang betul-betul ada di kebanyakan universitas di Amerika. Kelas ini menjadi kelas favorit mahasiswa, lantaran mengajari mereka bagaimana menghadapi stres, melatih mereka agar tetap dapat berpikir positif di segala kondisi, dan bisa mengkondisikan tubuh mereka untuk selalu relaks.
Labels:
Students Today,
Unique Mode On
Semangat, Back to Campus !
Tidak terasa jatah liburan yang diberikan sekolah atau kampus akan segera berakhir. Kembali ke rutinitas sehari-hari setelah memanjakan diri selama beberapa waktu terkadang membuat kamu merasa malas untuk beraktivitas seperti sedia kala.
Hawa liburan yang didominasi rasa malas ini akan berdampak buruk bagi kehidupan perkuliahanmu. Manfaatkanlah inspirasi dan pengalaman yang kamu dapatkan selama liburan untuk memotivasi diri sendiri dalam melanjutkan perkuliahan.
Selain itu, periksa kembali sejumlah PR yang diberikan oleh dosen sebagai 'hadiah' libur Lebaran beberapa waktu lalu. Jangan sampai karena terlalu asik berlibur, kamu melupakan tugas-tugas tersebut dan membuat sang dosen menjadi murka sehingga memberikanmu kesulitan untuk lulus dalam mata kuliah tersebut.
Jika pada libur Lebaran ini kamu melakukan ritual mudik atau sengaja bepergian ke tempat wisata yang letaknya jauh, maka sediakanlah waktu bagi tubuhmu untuk beristirahat sebelum kembali ke rutinitas seperti biasa. Fisik yang lelah akan mengakibatkan kamu enggan untuk memulai aktivitas seperti biasa.
Alternatif lain yang dapat kamu lakukan menjelang memulai awal perkuliahan setelah liburan, yakni memanjakan diri. Melakukan perawatan tubuh dan mengubah penampilan akan membuatmu menjadi lebih percaya diri dan bersemangat untuk mengawali rutinitas kehidupan kampus. Bagi kaum adam, dapat memanjakan diri dengan menghabiskan waktu di bidang yang sangat mereka cintai, seperti olahraga, otomotif, atau gadget.
Ketika akan mengawali aktivitas di bulan yang baru, tanamkan dan terapkan sugesti positif dalam dirimu agar dapat menjalani perkuliahan dengan baik. Misalnya, semester ini saya ingin Indeks Prestasi (IP) saya naik atau berkata pada diri sendiri bahwa perkuliahan di semester ini akan sama menyenangkan dan bahkan jauh lebih menyenangkan dibandingkan semester sebelumnya.
Jadi, selamat kembali ke kampus!
Labels:
Students Today
Senang nya Berkumpul dengan Keluarga
Mungkin enggak terlalu banyak, sebab sepanjang siang ini kamu pasti sedang sibuk bersilaturrahmi. Namun, ada loh teman-teman kita yang mengisi Lebarannya dengan kegiatan selain bersilaturrahmi.
Seperti Achmadi Fauzi, seorang mahasiswa baru di Universitas Trisakti. Dia punya kegiatan seru bareng keluarganya.
"Biasanya saya dan saudara saya melakukan permainan selepas bersilaturahmi. Permainannya beragam, biasanya lomba main game digital, atau lomba mengupas kacang. Mama suka menyediakan kacang kulit untuk tamu yang berkunjung, jadi kami gunakan untuk bermain,"
Melalui permainan tersebut, menurut Adi, bisa mempererat persaudaraan antara dirinya dengan kakak dan adiknya.
"Semua senang kalau lomba mengupas kacang itu dimulai, dalam waktu dua menit siapa yang mengupas paling banyak adalah pemenangnya. Pemenang akan diberi julukan Kupaser of the Year dan julukan itu berlaku untuk satu tahun," papar Adi.
Kakak perempuannya, menurut Adi, paling suka dengan permainan tersebut. "Walaupun sudah punya anak remaja, kakak saya selalu ikut lomba itu, meskipun selalu kalah," Adi terkekeh.
Ternyata silaturahmi tidak hanya dijalin dengan melakukan kunjungan saja ke tempat keluarga saja, dengan mengadakan permainan seperti yang dilakan oleh Adi, ternyata bisa lebih mendekatkan diri antar anggota keluarga.
Jadi, apa yang kamu lakukan untuk mempererat silaturahmi dengan keluargamu pada Lebaran tahun ini? Selamat bersenang-senang dengan keluargamu ya.
Labels:
Students Today
Is your school ready for 21st Century Student?
Workshop ini memberikan pertanyaan mendasar bagi para guru, yaitu “Is your school ready for 21st Century Student?”.
Regina memberikan contoh, dalam mengajar bahasa Inggris, setidaknya para guru harus memberikan dua kemampuan tambahan pada siswanya, yaitu viewing dan representing. Mengapa? Ia menjelaskan, anak-anak atau siswa memiliki begitu banyak gambar di kepalanya. Mereka cenderung visual. Sehingga, tak cukup hanya belajar dengan membaca saja. Para siswa harus diperlihatkan gambaran nyatanya.
"Sebagai guru, kita juga harus ‘belajar’ bahasa anak-anak. Mereka familiar sekali dengan Short Message Service (SMS), blogging, e-mail, dan yang sekarang sedang semarak di US adalah vlogging alias video blogging, yaitu merekam aktifitas sehari-hari dengan kamera video dan diunggah ke dalam blog pribadi. Kita harus ikut belajar bahasa-bahasa SMS dan lainnya, agar kita tidak ketinggalan dan dibodohi oleh murid-murid” papar Regina.
Selain itu, menurutnya, para siswa ini juga sudah lebih kritis pemikirannya. Mereka pasti akan bertanya lebih mendalam jika guru tidak menjelaskan secara detil. Oleh karena itu, sebagai pengajar, Regina mengatakan, seorang guru harus melakukan inter-disciplinary approach alias pendekatan lintas bidang.
“Temukan arti dan maksud mendalam dari mata pelajaran yang kita ajarkan, lakukan hal-hal yang menyenangkan bagi anak-anak. Jangan sampai mereka bosan dengan mata pelajaran tersebut," ujarnya.
Para pengajar juga diingatkan untuk melakukan refleksi atas pola pengajaran yang telah diterapkan, menggali dan menggali apa yang bisa dilakukan.
“Kita harus menciptakan kegembiraan di dalam kelas maupun sekolah. Dengan begitu, anak-anak akan semangat dan senang pergi ke sekolah!” ujar Regina.
Labels:
Students Today
Want Success ? Do not Fear The Difference
Meraih jenjang karier yang sukses adalah keinginan setiap orang, namun kerap kali kenyataan di lapangan tidak sesuai dengan impian ketika masih duduk di bangku kuliah.
Belum lagi beberapa menyakitkan bahwa mereka yang bergelar sarjana pun banyak yang masih menganggur. Menurut situs Forbes, terdapat sebuah rahasia untuk dapat sukses di bidang yang kamu geluti.
Kuncinya hanya satu, yakni berani mencoba sesuatu yang berbeda dari orang lain. Hal ini berlaku baik dalam pemilihan jurusan ketika kulliah maupun ketika memulai sebuah usaha.
Ketika kamu memutuskan memilih jurusan yang digemari banyak orang, maka peluangmu untuk bekerja akan semakin kecil. Pasalnya kamu harus bersaing dengan banyak orang sementara lapangan pekerjaan tersebut tidak bertambah.
Sah-sah saja memilih jurusan yang berbeda dengan teman-teman lain selama peluang kerja dari lulusan jurusan tersebut memiliki prospek yang cerah ke depannya, yakni bidang tersebut akan terus berkembang dan membutuhkan banyak tenaga kerja.
Mengombinasikan jurusan ketika program S-1 dengan jurusan S-2 nantinya, berpeluang untuk mendapatkan pekerjaan lebih besar. Misalnya kamu menempuh jurusan Ekonomi pada program S-1, kemudian kombinasikan pendidikan tersebut dengan jurusan Hukum saat melanjutkan program S-2. Dengan mengkombinasikan dua jurusan yang berbeda pada jenjang S-1 dan S-2, akan memperluas pengetahuan dan kemampuanmu sehingga peluang kerjamu tidak terbatas pada satu bidang saja.
Intinya, jangan pernah puas menjadi pengikut tapi cobalah sesekali menjadi pemimpin. Selamat mencoba!
Labels:
Students Today,
Tips
Mahasiswi Leicester College Sulap Bungkus Makanan Jadi Baju
Mahasiswa Leicester College, Inggris, Rebekah Kirkland menjahit ratusan bungkus makanan menjadi sebuah gaun panjang sebagai proyek di tahun terakhirnya berkuliah.
Dia menaruh sebuah kotak di kampusnya guna mengumpulkan berbagai bungkus makanan dari teman-temannya.
Proyek ini, kata Kirkland, terasa sangat membosankan. "Tadinya proyek ini terasa membosankan. Namun setelah melihat hasilnya terasa sangat setimpal," ujarnya seperti dikutip dari BBC London.
Gaun dengan panjang semata kaki tersebut membutuhkan dua bulan untuk selesai. Bahkan, gaun dengan nuansa warna-warni tersebut berhasil meraih penghargaan The College's Sustainable Design Award 2011.
Kirkland menambahkan, proyek tersebut merupakan inovasi baru dalam dunia fesyen yang dapat ditiru oleh para desainer lainnya. "Proyek ini mengajak masyarakat pecinta fesyen untuk mengurangi limbah dan menjadi bahan baku untuk baju," ujarnya menerangkan.
Proyek ini, lanjutnya, berdasarkan ketertarikannya terhadap dunia fesyen dan kepedulian untuk mendaur ulang sampah. "Saya tertarik dengan kegiatan mendaur ulang, maka saya ciptakan sebuah busana dari sampah yang tetap memiliki nilai seni," katanya.
Semua bungkus makanan yang telah terkumpul dalam kotak yang disediakan, dia cuci terlebih dahulu hingga bersih. Kemudian, semua bungkus yang telah bersih dijahit dengan menggunakan mesin jahit sesuai dengan pola baju yang telah dibuat.
Setiap kotak pada busana tersebut membutuhkan tiga bungkus makanan. "Setiap kotak di baju tersebut terdiri dari tiga bungkus makanan berukuran tebal karena saya tidak ingin baju tersebut mudah robek," ujarnya.
Pihak kampus, Roy Morgan-Wood mengungkapkan, hasil karya Rebekah akan memberikan pengaruh positif bagi masyarakat luas. "Desain Rebekah ini akan mendorong masyarakat untuk memanfaatkan limbah bungkus makanan yang mereka konsumsi dengan cara yang berbeda," katanya.
Baju ciptaan Rebekah ini dibuat sesuai dengan ukuran temannya yang menjadi model dalam pagelaran busana. Maka, baju tersebut hanya akan bisa digunakan oleh temannya saja.
"Saya tidak akan pernah membuang gaun tersebut karena baju tersebut merupakan hasil kerja keras saya," tuturnya.(rhs)
Dia menaruh sebuah kotak di kampusnya guna mengumpulkan berbagai bungkus makanan dari teman-temannya.
Proyek ini, kata Kirkland, terasa sangat membosankan. "Tadinya proyek ini terasa membosankan. Namun setelah melihat hasilnya terasa sangat setimpal," ujarnya seperti dikutip dari BBC London.
Gaun dengan panjang semata kaki tersebut membutuhkan dua bulan untuk selesai. Bahkan, gaun dengan nuansa warna-warni tersebut berhasil meraih penghargaan The College's Sustainable Design Award 2011.
Kirkland menambahkan, proyek tersebut merupakan inovasi baru dalam dunia fesyen yang dapat ditiru oleh para desainer lainnya. "Proyek ini mengajak masyarakat pecinta fesyen untuk mengurangi limbah dan menjadi bahan baku untuk baju," ujarnya menerangkan.
Proyek ini, lanjutnya, berdasarkan ketertarikannya terhadap dunia fesyen dan kepedulian untuk mendaur ulang sampah. "Saya tertarik dengan kegiatan mendaur ulang, maka saya ciptakan sebuah busana dari sampah yang tetap memiliki nilai seni," katanya.
Semua bungkus makanan yang telah terkumpul dalam kotak yang disediakan, dia cuci terlebih dahulu hingga bersih. Kemudian, semua bungkus yang telah bersih dijahit dengan menggunakan mesin jahit sesuai dengan pola baju yang telah dibuat.
Setiap kotak pada busana tersebut membutuhkan tiga bungkus makanan. "Setiap kotak di baju tersebut terdiri dari tiga bungkus makanan berukuran tebal karena saya tidak ingin baju tersebut mudah robek," ujarnya.
Pihak kampus, Roy Morgan-Wood mengungkapkan, hasil karya Rebekah akan memberikan pengaruh positif bagi masyarakat luas. "Desain Rebekah ini akan mendorong masyarakat untuk memanfaatkan limbah bungkus makanan yang mereka konsumsi dengan cara yang berbeda," katanya.
Baju ciptaan Rebekah ini dibuat sesuai dengan ukuran temannya yang menjadi model dalam pagelaran busana. Maka, baju tersebut hanya akan bisa digunakan oleh temannya saja.
"Saya tidak akan pernah membuang gaun tersebut karena baju tersebut merupakan hasil kerja keras saya," tuturnya.(rhs)
Labels:
Prestasi Mahasiswa,
Students Today
Kelas Paling Asyik Se-Amerika Serikat !!
Jika kita ingin menentukan mata kuliah apa yang akan kita ambil, kita atau dosen wali pasti akan berpikir, apakah mata kuliah tersebut akan mendukung konsentrasi jurusan kita atau hanya buang-buang waktu saja.
Namun hal tersebut sangat berbeda di Amerika, mahasiswa bebas memilih kelasnya, dan kadang, kelas yang mereka pilih sangat diluar jalur jurusan mereka. Kelas-kelas unik tersebut memang selalu dibuka oleh pihak kampus setiap semesternya, guna menemukan bakat atau keahlian mahasiswa selain kemampuan akademis.
Berikut daftar kelas yang mungkin saja bisa bikin kamu iri, yang dilansir dari situs Her Campus, :
1. Kelas Sirup Maple (Alfred university)
Fokus kelas ini memang mempelajari sirup paling favorit warga Amerika, yakni sirup Maple. Mahasiswa bisa belajar membuat sirup, tidak hanya itu, mahasiswa juga difasilitasi dengan studi lapangan ke perusahaan sirup Maple, melihat distribusinya, meneliti komposisi sirup Maple dan yang paling seru pastinya bisa mencicipi ragam sirup Maple yang telah dimodifikasi setiap hari!
2. Kelas Underwater Basket Weaving (Rochester Institute of Technology)
Kelas ini secara harfiah berhubungan dengan penyelaman dalam air namun, situs tersebut menyebutkan, kelas ini hanya ditujukan untuk mahasiswa dengan IPK diatas rata-rata. Mahasiswa bisa menikmati kelas ini tidak hanya untuk belajar, tetapi tidak jarang juga digunakan untuk berlibur dan bersantai dari penatnya perkuliahan.
3. Kelas Scuba Diving (Ohio University)
Yang benar saja ada kelas seperti ini? Kelas yang bikin iri ini betul-betul dibuka oleh Ohio University. Di kelas ini, mahasiswa diminta untuk menyelam sedalam 23 yard didalam air, dan dicoba untuk bertahan selama tujuh menit, kemudian mencoba kembali kepermukaan tanpa menggunakan tangan. Aneh kan?
4. Kelas Seni Berjalan (Centre College)
Capek lantaran duduk di kelas samapi keram? Mahasiswa di Centre College bisa mendaftar kelas berjalan. Kelas ini mengajarkan mahasiswa supaya bisa berjalan selama tida sampai dengan empat jam. Tidak sekedar itu, sambil berjalan, kelas ini juga mengajarkan mahasiswa untuk menghargai alam, berternak, dan melindungi alam.
5. Kelas Harry Potter (Univerity of Alabama at Birmingham)
Para fans Harry Potter pasti sangat beruntung bisa kelas ini. Mahasiswa harus menghapal ketujuh seri buku Harry Potter dan mengambil ujian Sejarah Hogwarts pada akhir semesternya. Bahkan, standar nilai yang dipakai merupakan standar nilai Hogwatrs!
6. Kelas Cokelat: Sejarah, Budaya, dan Sains (UC Berkely)
Kalau kelas yang satu ini pasti bakal bikin berta badanmu bertambah. Selain kamu bisa mencicipi cokelat setiap harinya, kamu juga akan diajarkan mengenai sejarah, budaya, dan sains dari sebuah cokelat.
Asyik banget yah!
7. Kelas Cinta dan Hubungan Intim (University of Oregon)
Kelas ini dibuka dengan alasan, mahasiswa di Amerika sudah lumrah banget sama yang namanya seks bebas. Kelaas ini enggak cuma mengajarkan mahasiswa mengenai hubungan intim dan percintaan secara praktikal saja, tetapi juga hubungan seks secara keilmuan, kepercayaan, budaya, bahkan agama.
8. Kelas Menonton Televisi (Monclair State University)
Mahasiswa jurusan penyiaran (broadcasting) diwajibkan untuk mengikuti kelas ini. Kelas ini mengajarkan mahasiswa segala hal mengenai televisi, dari produksi perangkat keras (Hardware), sejarah, bahkan cara membuat program televisi.
9. Kelas Dunia Alien (Boston University)
Kalau kamu tertarik dengan luar angkasa dan dunia ekstraterestrial, kelas ini mungkin cocok denganmu. Pasalnya kelas ini mengupas habis mengenai eksistensi Alien, menginvestigasi isu antariksa, planet, dan kemungkinan ada kehidupan di luar bumi.
10. Kelas Lady Gaga (University of Virginia)
Sudah pasti cocok untuk mahasiswa penggemar penyanyi nyentrik asal New York tersebut. Namun, bukan berarti kelas ini mengajarkanmu mengenai lagu-lagu Lady Gaga loh, melainkan efek yang ditimbulkan oleh penyanyi 24 tahun tersebut. Ada pun yang dipelajari yakni mengenai seks, gender, dan orientasi seksual. Hal tersebut dipelajari lantaran Gaga pernah dihampiri isu berkelamin ganda dan disorientasi seksual.
Labels:
Hidup Mahasiswa,
Students Today
Mahasiswa Perlu Miliki Modal Sosial
Ternyata ada modal yang harus dimiliki setiap mahasiswa untuk bisa meraih kesuksesan. Modal itu sebenarnya tidak begitu berat dan pada dasarnya setiap orang bisa dengan mudah meraihnya. Modal tersebut bukanlah berupa uang atau materi. Bukan pula ijazah ataupun sertifikat-sertifikat. Seperti kata ibu Siti Irine AD, M.Si saat menjabarkan penelitiannya tentang pentingnya modal sosial dihadapan para mahasiswa Prodi Kebijakan Pendidikan (KP) FIP UNY . Dalam perkuliahan tersebut ibu Siti Irine AD, M.Si menjelaskan bahwa setiap mahasiswa yang ingin sukses perlu memiliki modal sosial.
Menurut ibu Siti Irine AD, M.Si, mahasiswa jangan hanya kuliah terus pulang kos tidur makan terus tidur lagi dan berjalan seperti itu setiap hari. Alangkah ruginya sebagai mahasiswa jika hanya mengenal kampus dan kosnya semata. Cobalah kalian bangun networking, sekali-kali nongkronglah di Fakultas lain, perbanyak kenalan !, tutur dosen Pascasarjana itu menyadarkan para mahasiswa. Mahasiswa yang telah memiliki modal sosial tinggi biasaanya akan terlibat maupun banyak dilibatkan dalam berbagai kegiatan di kampusnya. Namun sebagai mahasiswa hendaknya jangan terlalu menimbang untung-rugi saat dilibatkan dalam suatu kegiatan, entah itu di kampus maupun di masyarakatnya. Seperti hukum kekekalan energy, jadi energy yang kita keluarkan saat ini tidak akan sia-sia. Pasti akan kembali lagi ke kita entah itu kapan dan mungkin dalam bentuk yang lain.
Labels:
Students Today
The Nobel Prize in 1998 Give Public Lecture at ITB
Peraih Nobel Bidang Kimia tahun 1988, Prof Robert Huber mengunjungi dan memberikan kuliah umum kepada 5.000 mahasiswa baru Institut Teknologi Bandung (ITB). Dalam kunjungannya, Prof Robert Huber, menyampaikan bekal tentang bagaimana menjadi seorang ilmuwan kimia yang unggul dalam bentuk orasi ilmiah berjudul How I Become a Scientist, di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Selasa (2/8/2011).
Kunjungan Huber ini merupakan bagian dari keputusan PBB yang menetapkan tahun 2011 merupakan bagian dari International Year of Chemistry (IYC). Ketua Pelaksana Huber Visit sekaligus Ketua IYC HKI, Ismunandar mengatakan, sepanjang awal Agustus 2011 ini, Prof Huber akan mengisi berbagai acara di kampus ITB.
"Tujuan dari kunjungan Prof Huber ialah untuk meningkatkan apresiasi dan pemahaman masyarakat pada kimia," kata Ismunandar.
Ia berharap, kunjungan tersebut juga mendorong minat generasi muda di Indonesia terhadap kimia.
"Kami berharap kunjungan tersebut bisa menciptakan semangat untuk masa depan kimia yang kreatif," katanya.
Kunjungan Prof Robert Huber ke ITB sudah berlangsung sejak Senin kemarin, yang diawali dengan pertemuan dan penandatanganan plakat penginspirasi di Kimia FMIPA ITB. Pada hari Rabu (3/8/2011) besok, Huber juga akan mengisi acara One Day with Huber yang terdiri dari Nobel Laureate public lecture "Proteases and their regulation: basic science and application in medicine" di Aula Barat ITB.
Labels:
Students Today
Need to Know about IELTS
Anda memiliki rencana melanjutkan studi di luar negeri, kemampuan berbahasa Inggris menjadi kunci utama. Ada beberapa parameter yang dijadikan alat ukur untuk melihat kemampuan berbahasa Inggris seseorang. Selain TOEFL, ada pula IELTS (International English Language Testing System), tes yang diakui secara global untuk menguji kemampuan Anda dalam berbahasa Inggris. Yuk, mengenali IELTS lebih dalam, seperti dikutip dari Hotcourses Indonesia.
Mengenal IELTS
IELTS adalah sebuah tes kemahiran bahasa Inggris yang membuktikan Anda memiliki standar tertentu dalam bahasa Inggris, baik untuk tujuan bekerja atau belajar. Tes yang akan dijalani untuk mengetahui empat keterampilan berbahasa yaitu mendengarkan, membaca, berbicara dan menulis.
IELTS diakui oleh institusi-institusi pendidikan di Inggris, Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Hong Kong, Irlandia, Afrika Selatan dan sejumlah badan profesional di seluruh dunia termasuk Dinas Imigrasi Selandia Baru dan Dewan Media Inggris General Medical. IELTS diterima oleh lebih dari 6.000 organisasi di seluruh dunia.
Nah, yang perlu Anda ketahui, IELTS tersedia dalam dua format yaitu Akademik dan Pelatihan Umum. Apa perbedaan keduanya?
• Tes Akademik adalah untuk siswa internasional yang ingin belajar di institusi pendidikan tinggi di negara berbahasa Inggris.
• Tes Pelatihan Umum cocok untuk orang yang ingin bermigrasi ke negara berbahasa Inggris atau bekerja untuk sebuah organisasi profesional.
Tesnya sendiri, untuk uji kemampuan mendengarkan dan berbicara dalam tes akademik dan pelatihan umum memiliki materi yang sama. Akan tetapi, untuk uji kemampuan membaca dan menulis disesuaikan masing-masing untuk keterampilan akademik atau keterampilan umum.
Lebih jauh tentang 4 aspek tes
1. Tes mendengarkan
Tes mendengarkan akan berlangsung selama 30 menit dengan 4 bagian dan 40 pertanyaan. Dalam tes ini, Anda akan uji mengenai pemahaman spesifik dan keseluruhan bahasa Inggris dalam berbagai konteks dan format.
2. Tes membaca
Tes ini akan berlangsung selama 60 menit. Peserta tes akan menjawab 3 bagian yang terdiri dari 40 pertanyaan. Nah, dalam tes membaca ini, Anda perlu memahami teks secara rinci dan menunjukkan bahwa Anda memahami informasi rumit yang disediakan dalam bahasa Inggris.
3. Tes menulis
Tes menulis berlangsung selama 60 menit. Peserta tes akan mengerjakan 2 tugas. Untuk menembus tes ini, Anda diharapkan menggunakan bahasa Inggris untuk berbagai tujuan dan menunjukkan kemampuan Anda dalam menyesuaikan cara tulis untuk topik dan konteks yang berbeda. Struktur kalimat, kosa kata, penggunaan tata bahasa dan gaya akan dinilai.
4. Tes berbicara
Tes berbicara berlangsung selama 11-14 menit dan terdiri dari 3 bagian. Kandidat untuk Akademik dan Pelatihan Umum akan mendapatkan bentuk tes yang sama. Tes ini melibatkan wawancara individu dengan seorang guru dan mencakup berbagai topik dan konteks. Anda harus dapat membicarakan topik pribadi, memberikan pembicaraan singkat tanpa bantuan pada topik yang dipilih dan berkontribusi pada diskusi dua arah mengenai isu-isu yang lebih abstrak.
Apa itu "IELTS BAND"?
Setelah menjalani sejumlah rangkaian tes tersebut, Anda akan dinilai dan diberi "band score". Ingin mengetahui bagaimana para penguji mendefinisikan masing-masing dari 9 "band score"?
• skor 9 - pengguna ahli
• skor 8 - pengguna yang sangat baik
• skor 7 - pengguna yang baik
• skor 6 - pengguna kompeten
• skor 5 - pengguna sederhana
• skor 4 - pengguna terbatas
• skor 3 - pengguna sangat terbatas
• skor 2 - pengguna intermiten (hanya mengetahui informasi yang sangat mendasar)
• skor 1 - tidak memiliki kemampuan bahasa Inggris
Berapa biaya tes IELTS?
Untuk mencari tahu biaya dalam Rupiah, Anda dapat mengunjungi situs IELTS (http://www.ielts.org/test_centre_search/search_results.aspx).
Berapa skor yang diperlukan untuk masuk ke universitas?
Jika Anda bertujuan untuk belajar di sebuah institusi di Amerika Serikat, Kanada, Inggris atau Australia, skor IETLS yang harus dicapai pada umumnya adalah 6 - 6.5. Jika ingin memasukkan profesi seperti medis, maka persyaratan skor dapat berupa IELTS 7 atau lebih. Ada baiknya selalu mengecek dengan institusi atau organisasi terkait.
Lebih jauh, bisa mengunjungi www.ielts.org.
Bagaimana dengan TOEFL?
TOEFL juga merupakan tes untuk membuktikan kemampuan bahasa Inggris ketika mendaftar sebuah program akademis. TOEFL terkadang diakui oleh universitas di Inggris sebagai alternatif untuk IELTS. TOEFL adalah tes kemahiran berbahasa Inggris dari Amerika yang menggunakan bahasa Inggris Amerika, bukan Inggris (British) sehingga lebih diakui untuk universitas d Amerika Serikat.
Sumber: Hotcourses Indonesia
Labels:
Students Today
Ngekos, Asrama, atau Ngontrak Rumah, Ya?
Jika kamu akan menempuh studi di kampus yang jauh dari rumah, memiliki tempat tinggal sementara sangatlah penting. Hunian sementara ini harus dapat memenuhi berbagai kebutuhanmu, sekaligus membuatmu nyaman meski berada jauh dari rumah.
Setidaknya, ada tiga tipe hunian sementara yang bisa dipilih para mahasiswa baru, yaitu asrama, kamar kos, dan rumah sewa.
Asrama kampus
Sekolah kedinasan biasanya mewajibkan para mahasiswanya tinggal di asrama kampus. Namun, perguruan-perguruan tinggi non-kedinasan juga ada yang menyediakan asrama untuk para mahasiswanya. Beberapa kampus bahkan mewajibkan para mahasiswa tahun pertama tinggal di asrama, sambil mengikuti berbagai program pembinaan.
Selain asrama milik kampus, pemerintah daerah juga menyediakan asrama khusus mahasiswa dari provinsi yang bersangkutan.
Tinggal di asrama mengharuskan mahasiswa berbagi kamar dengan beberapa mahasiswa lainnya. Kondisi ini bisa membuatmu berhemat, karena uang sewa kamar bisa ditekan dengan membayarnya secara patungan.
Asrama biasanya diurus oleh kepala dan pengurus asrama yang siap sedia 24 jam. Kini, berbagai fasilitas juga sudah melengkapi asrama kampus seperti warnet atau jaringan internet, jasa binatu, toserba 24 jam, jasa fotokopi, dan lainnya.
Yang perlu diingat adalah, biasanya asrama memberlakukan peraturan yang sangat ketat, terutama soal jam malam serta pasokan air dan listrik.
Rumah kos
Di sekitar kampus biasanya banyak berdiri rumah kos. Pengelola rumah kos umumnya mematok tarif sewa kamar sesuai luas kamar dan fasilitas yang mereka sediakan.
Fasilitas yang disediakan pun beragam, mulai dari fasilitas standar seperti tempat tidur, lemari, dan meja belajar hingga kamar kos yang dilengkapi lemari es dan televisi.
Di era internet saat ini, banyak rumah kos juga menyediakan jaringan internet yang tagihannya telah dimasukkan langsung ke biaya sewa kamar. Untuk memudahkan mahasiswa, pengelola kos juga acapkali menyediakan jasa binatu.
Yang perlu kamu perhatikan, semakin lengkap fasilitas dan strategis lokasinya, biasanya harga sewa kamar kos semakin mahal. Jadi, pertimbangkanlah kebutuhan dan kemampuan kocekmu ketika memilih kamar kos.
Menyewa rumah
Alternatif lain yang bisa kamu pilih adalah menyewa rumah bersama beberapa orang teman. Keuntungan menyewa rumah, biaya sewa bisa kamu bagi dengan teman-temanmu. Namun, menyewa rumah berarti kamu bertanggung jawab penuh atas segala hal misalnya keamanan, kebersihan, hingga pembayaran tagihan listrik dan air.
Kelebihan lain dari menyewa rumah adalah, kamu memiliki kesempatan lebih banyak untuk berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Sebab, biasanya rumah yang kamu sewa menyatu dengan lingkungan penduduk asli.
Ketika memilih hunian di daerah baru, sebaiknya kamu perhatikan juga beberapa pertimbangan lain selain biaya. Misalnya, kesibukan di program studi (prodi) atau fakultas yang akan kamu masuki mulai dari jam kuliah hingga praktikum. Selain itu, kesibukan di luar perkuliahan seperti berorganisasi dan atau bekerja sambilan. Perhatikan pula jarak tempuh dari kampus ke tempat tinggalmu.
Setelah menentukan pilihan, kini saatnya memulai beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Dengan memilih hunian yang tepat, bukan tidak mungkin kamu akan merasa betah di tempat tinggal barumu meski jauh dari rumah.
Labels:
Students Today
Save the Children Indonesia!
“MASA kanak-kanak seharusnya penuh keceriaan, bermain dalam terang sinar matahri; bukannya hidup dalam mimpi menakutkan yang bersumber dalam kegelapan jiwa.” (Dave Pelzer)
Orang-orang Jepang bilang, masa yang paling menyenangkan adalah masa kanak-kanak karena masa itu mereka mendapatkan dongeng dari orangtua dengan penuh belaian kasih sayang. Masa indah tiada beban dan “merdeka” dalam setiap tindak ekspresi keceriaan.
Anak-anak adalah tunas bangsa, generasi penerus masa depan yang akan menjaga kelangsungan eksistensi bangsa. Oleh karena itu, mereka harus mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, baik dari sisi fisik seperti, mendapatkan asupan gizi yang cukup, maupaun sisi metal, sosial, dan spiritual. Terutama kasih sayang dari orang tua sebagai madrasah pertama dalam hidup si anak.
Memang benar barangkali, kondisi ideal adalah utopis belaka, ia hadir di alam mimpi yang sulit untuk diwujudkan. Di Indonesia sendiri, permasalahan tentang anak semakin kompleks. Mulai dari tidak mendapatkan pendidikan yang layak karena di usia dini mereka sudah harus mencari nafkah guna kelangsungan hidup, ada juga eksplotasi anak di bidang prostitusi dan pornografi, gizi buruk, cacat fisik dan mental, terkena HIV/AIDS, dan masih banyak lainnya.
Saat ini, berdasarkan data dari Kementrian Sosial RI, jumlah anak dalam situasi sulit mencapai 17,7 juta. Yang dimaksudkan dalam keadaan sulit adalah mereka yang terlantar, anak-anak yang tereksploitasi, membutuhkan perlindungan khusus seperti, cacat fisik maupun mental termasuk mereka yang berada di panti asuhan. Dari jumlah anak-anak yang berada dalam situasi sulit ini kemampuan negara untuk mengatasinya baru mencapai empat persen setahun atau lebih kurang 708.000 anak. Artinya, negara baru mampu menyelesaikan masalah ini selama 25 tahun ke depan. Itupun dengan asumsi, selama perlajalanan tidak ada tambahan jumlah anak dalam keadaan sulit.
Mencari solusi atas permasalahan memang tidak semudah mambalik telapak tangan, perlu analisa mendalam, perencanaan, dan tindakan yang konsisten dalam memecahkannya. Jika dianalisis, sebenarnya permasalahan mendasar adalah tentang kesejahteraan hidup. Lantas bagaimana cara memberikan kesejahteraan bagi mereka? Apakah dengan memberikan uang sedekah di pinggir-pinggir jalan? Analogi yang harus digunakan yakni, “nelayan hebat untuk tetap melangsungkan hidupnya, jelas lebih memilih kail dibandingkan ikan”. Anak-anak perlu mendapatkan pendidikan, bukan hal-hal yang sifatnya instan. Karena mereka adalah “kail” untuk menggapai kesejahteraan hidup di masa mendatang. Dari sini juga diperlukan peningkatan kualitas pendidikan itu sendiri.
Kerja sama antara seluruh elemen masyarakat baik LSM maupun pemerintah sangat dibutuhkan untuk gerakan sadar pendidikan bagi anak-anak terlantar. Sekarang sudah banyak panti di Indonesia yang turut menyediakan pendidikan dan keterampilan khusus bagi anak-anak terlantar. Ini adalah hal baik yang perlu mendapatkan respons positif dari semua kalangan.
Di samping itu, pemerintah dapat melakukan razia rutin untuk anak-anak terlantar agar mereka dipindahkan ke tempat yang lebih layak. Dari razia rutin, pemerintah juga dapat mengurangi angka ekploitasi. Hal ini dapat diiringi dengan adanya sosialisasi Undang-Undang Perlindungan Anak, terutama pada ancaman atas tindakan pidana terhadap anak. Misalnya tentang memperkerjakan anak dibawah umur bertentangan dengan Pasal 17 UU Nomor 23 Tahun 2003 di mana pelaku dapat dijerat dengan Pasal 88 UU Nomor 23 Tahun 2003 (BAB XII mengenai Ketentuan Pidana), setiap orang yang mengeksploitasi ekonomi atau seksual anak dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan atau denda paling banyak Rp200 juta.
Ardian Umam
Mahasiswa Teknik Elektro UGM 2009
Koor. Jaringan Khusus Media Opini UGM 2011
Labels:
Students Today
Alasan Mahasiswa Indonesia Kuliah Sambil Kerja
Mungkin bukan sebuah hal yang aneh jika kita mendengar beberapa teman kita di kampus yang kuliah sambil bekerja. Pasalnya memang banyak yang melakukan hal tersebut.
Namun, jika kamu bertanya-tanya mengapa mereka bekerja sementara mereka masih kuliah, mereka pasti memiliki alasan tertentu kan? Untuk itu, mari intip alasan apa saja yang menjadi dasar mereka bekerja sambil kuliah.
1. Untuk Bertahan Hidup
Hampir rata-rata dari mahasiswa yang kuliah sambil bekerja mengaku rela nyambi dengan alasan mereka butuh dana tambahan untuk bertahan hidup.
Maksud bertahan hidup di sini adalah, mereka bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan pribadi mereka, seperti makan, transport dan membayar uang kost. Tidak jarang juga mereka rela bekerja sambil kuliah lantaran memang membayar uang kuliah sendiri (tidak tergantung dengan orang tua).
2. Menambah Pengalaman
Mendapat ilmu yang didapat di perkuliahan memang perlu diaplikasikan, hal tersebutlah yang mendasari mahasiswa yang bekerja sambil kuliah. Selain itu juga alasan yang sering didengar adalah untuk menambah pengalaman. Walaupun tidak jarang juga pekerjaan yang mereka lakukan justru tidak ada kaitannya dengan jurusan kuliah mereka.
3. Memperluas Jaringan
Alasan ini biasanya banyak ditemukan pada mahasiswa yang memang sudah serius bekerja. jaringan sangat diperlukan ketika lulus kuliah kelak. Pasalnya, perusahaan-perusahaan di Tanah Air memang cenderung akan memilih kandidat yang mengajukan lamaran karena memiliki relasi di perusahaanya.
4. Memang Sudah Bekerja
Tidak jarang juga kita mendengar alasan ini, faktanya, mahasiswa yang sebelumnya sudah memiliki pekerjaan akan melontarkan hal tersebut. Biasanya alasan ini didasari oleh keinginan orang tersebut untuk belajar lebih mendalam agar mendukung pekerjaannya, atau memang sudah difasilitasi kantornya.
Sebenarnya ada loh universitas khusus orang-orang yang sudah memiliki pekerjaan, baik kerja kantoran maupun perkerjaan profesi. Universitas macam itu ada di Amerika, lebih dikenal dengan sebutan Community College.
5. Agar Eksis
Ini alasan yang mungkin jarang ditemui, tetapi percaya atau tidak, ada mahasiswa yang melontarkan hal tersebut. Alasan eksistensi ini biasanya dikaitkan dengan jumlah uang yang mereka terima, biasanya bukan bersifat kebutuhan, melainkan untuk memenuhi gaya hidup mereka.
Labels:
Students Today
Pertukaran Mahasiswa Ke Negara Thailand
Tiga mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar bertolak dari Bandara Ngurah Rai, Bali menuju Bangkok, Thailand, Minggu (31/7/2011), untuk belajar bahasa, seni dan budaya di Thamasat University Thailand selama satu semester. Ketiga mahasiswa itu adalah Sri Widyaningsih (Fakultas Seni Pertunjukan) serta AAN Gde Dhamata dan A.Ilutfiatun (Fakultas Seni Rupa dan Desain).
Humas ISI Denpasar, Dewi Yulianti mengatakan, lima mahasiswa ISI Denpasar dinyatakan lolos seleksi mengikuti program pertukaran belajar mahasiswa ke universitas di Thailand dan Malaysia dalam program kerjasama pemerintah Malaysia-Indonesia -Thailand (MIT) 2011. Dua mahasiswa lainnya yang sudah dinyatalan lolos ke Malaysia terdiri atas Aryo Agung dan I Gede Suwidnya kini sedang dalam persiapan keberangkatannya.
"Ketiga mahasiswa yang berangkat ke Thailand tersebut, sebelumnya sudah sempat pamitan kepada Rektor ISI Denpasar, Prof Dr I Wayan Rai S. MA," kata Dewi.
Lolosnya lima orang mahasiswa dalam program pertukaran ini merupakan peningkatan. Tahun lalu, ISI Denpasar hanya meloloskan empat mahasiswanya. Lewat program pertukaran mahasiswa diharapkan juga terjadi pertukaran budaya untuk menghasilkan pemikiran-pemikiran baru yang inovatif.
Program "Student Mobility Credit Transfer" merupakan program kerjasama pendidikan cetusan SEAMEO-RIHED yang dilaksanakan tiga negara di Asia Tenggara yang meliputi Malaysia, Indonesia, dan Thailand. Program tersebut dilaksanakan sejak 2010 melibatkan perguruan tinggi di ketiga negara tersebut, bertujuan meningkatkan mutu dan kualitas peserta didik melalui program pengiriman peserta didik ke perguruan tinggi di tiga negara tersebut.
Program pertukaran mahasiswa tersebut di Indonesia dilaksanakan Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional dengan melibatkan sebelas perguruan tinggi di Indonesia, salah satunya ISI Denpasar.
Labels:
Students Today
UGM Membuka Program Studi Baru
Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (UGM) akan membuka lima program studi baru. Hal itu dikatakan Wakil Rektor Senior Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Retno Sunarminingsih, Rabu (27/7/2011), di Yogyakarta.
"Kelima program studi adalah Program D3 Metrologi dan Instrumentasi, Magister Manajemen Bencana, Magister Manajemen Pendidikan Tinggi, Program S2 Keperawatan, dan Program S2 Kebidanan," kata Retno, disela upacara wisuda pascasarjana UGM, hari ini.
Menurut dia, tiga dari lima program studi tersebut akan dibuka tahun ini. Adapun, program S2 Keperawatan dan S2 Kebidanan dibuka tahun depan.
"Kami berharap kehadiran program studi baru tersebut dapat memperkuat kinerja UGM, khususnya Program Pascasarjana," ujar Retno.
Ia mengatakan, UGM dalam 10 tahun terakhir terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas lulusan Program Pascasarjana. "Salah satunya melalui penjaminan mutu proses akademik maupun peningkatan kerja sama dengan perguruan tinggi internasional yang berkualitas," katanya.
Menurut dia, peningkatan mutu program studi juga dilakukan UGM melalui internasionalisasi program studi, yakni pengembangan kerja sama dengan universitas internasional bermutu. Kerjasama itu meliputi pertukaran dosen dan mahasiswa, penyelenggaraan program gelar ganda, dan penelitian.
Labels:
Students Today





















