Mahasiswa Cupid: Panduan Studi
Tampilkan postingan dengan label Panduan Studi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Panduan Studi. Tampilkan semua postingan

"Resep" Jitu Studi Luar Negeri Ala Cindy Priadi

Jika gigih mencari, saat ini cukup banyak cara untuk menangkap peluang beasiswa studi ke luar negeri. Beasiswa dari pemerintah, hingga beasiswa yang diberikan oleh negara sahabat dan para pendonor swasta melalui Corporate Social Responsibillity (CSR). Hal itu diungkapkan Cindy Priadi, sang doktor muda.


Pada Desember 2010, saat baru menginjak usia 26 tahun, Cindy  berhasil meraih gelar Doktor di bidang Geokimia Lingkungan dari Universite Paris-Sud 11, Perancis. ia berbagi cerita mengenai apa saja yang menjadi fokus utama dalam meraih kesempatan beasiswa studi di luar negeri.


Pertama, tentukan program studi apa yang menjadi minat Anda. Kemudian,  cari tahu negara mana yang unggul dalam program studi tersebut.


“Misalnya untuk ilmu alam dan lingkungan, saya rasa Perancis dan Jerman sangat unggul di program studi ini,’ kata Cindy.


Ia melanjutkan, trik yang kedua adalah mempelajari dan menguasai bahasa negara tersebut. Luangkan waktu untuk mengikuti kursus bahasa. Dosen Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Indonesia ini mengaku, telah mengikuti kursus bahasa Perancis jauh sebelum ia mendapatkan beasiswanya.


“Selanjutnya adalah perhatikan kriteria negara-negara yang ingin dituju. Saya memilih Perancis, karena Perancis sangat tertarik dengan pelajar dari program studi lingkungan,” tambah lulusan S-1 dari Institut Teknologi Bandung ini.


Ia menambahkan, hal lain yang perlu diperhatikan adalah pengalaman. Pengalaman dapat digali melalui keaktifan dalam organisasi dan mengikuti kegiatan magang. Menurutnya, ini menjadi penting karena akan melatih dan mengenalkan Anda pada situasi lapangan.


“Sisanya adalah usaha sebaik mungkin. Tidak selalu menentukan, tapi kesempatan itu akan muncul setelahnya,” kata Cindy.

Campus Most Satisfying His students



University and Course Finder (UCF) membuat daftar kampus yang memuaskan mahasiswanya. Dalam membuat pemeringkatan ini, UCF menggunakan data dari Unistats.direct.gov.uk dan Survei Nasional Mahasiswa pada tahun ajaran 2009/2010.

Kepuasan mahasiswa diukur dari persentase mahasiswa tingkat pertama yang secara keseluruhan mengaku puas dengan kualitas dari jurusan yang diambil di kampus tersebut. Berikut daftar lima universitas di Inggris Raya yang dinilai memuaskan oleh mahasiswanya :

1. St Mary's University College Belfast.

Kampus ini berlokasi di jantung kota Belfast, Irlandia Utara. Universitas Katolik yang mengkhususkan diri dalam pendidikan guru dan seni liberal ini merupakan tempat di mana mahasiswa Inggris merasa paling puas terhadap jurusan yang dipilih. Sebanyak 92 persen mahasiswa tingkat pertama mengaku tidak kecewa dengan jurusan yang mereka pilih di kampus tersebut. Salah satu alumni kampus ini adalah pemenang Nobel Sastra, Seamus Heaney.

2. University of Buckingham

University of Buckingham adalah satu-satunya universitas swasta di Inggris yang paling membuat mahasiswanya merasa puas. Tingkat kepuasan mahasiswa kampus yang terletak di kota Buckingham ini mencapai 91 persen. Tahun lalu, terdapat sejumlah 601 mahasiswa yang mendaftar tapi hanya 142 orang yang diterima.

3. Universitas Oxford

Survei ini membuktikan, mahasiswa yang masuk golongan paling cerdas, bisa merasa bahagia. Disebutkan, sebanyak 89 persen mahasiswa tingkat pertama yang ada di kampus ini, merasa puas dengan pengalaman di universitas mereka. Oxford merupakan kampus tertua di dunia yang menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar. Kampus ternama ini didirikan sejak abad ke-11.

4. The Open University

Sekitar 89 persen dari 250 ribu mahasiswa yang terdaftar di Open University, Milton Keynes, Inggris mengaku puas dengan pengalaman belajar jarak jauh mereka.

5. University of St Andrews

Universitas yang terletak di Skotlandia ini dikenal karena menjadi tempat berseminya cinta Pangeran William dan Catherine Middleton. Namun, tidak hanya Duke dan Duchess of Cambridge saja yang berbahagia saat kuliah. Pasalnya, sekira 88 persen penerus mereka mengaku bahagia menempuh pendidikan tinggi di University of St Andrews.

Gagal SNMPTN Bukan Akhir Segalanya!


Hari Kamis (30/6/2011) ini, bisa jadi deg-deg "ser" ratusan ribu peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2011 telah berakhir. Ada yang menyambutnya dengan suka, ada pula yang mungkin berduka dan memendam kecewa karena gagal masuk ke perguruan tinggi idaman. Sebagai sebuah kompetisi, SNMPTN  memang sarat dengan persaingan yang sangat ketat. Nah, bagi yang gagal menembus SNMPTN tahun ini, jangan berkecil hati. Gagal SNMPTN bukan akhir segalanya. Atau, seperti judul sebuah lagu, "Dunia belum berakhir". Bagaimana cara mengatasi kecewa?

Dekan Fakultas Psikologi Universitas Bina Nusantara (Binus), Johannes A.A Rumeser mengatakan, para siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi jangan terpaku oleh hasil SNMPTN semata. Ia mengungkapkan, SNMPTN tidak lantas dapat menjamin kesuksesan seseorang.
"Saya punya tiga kata untuk mereka yang tidak lolos, dunia tak seluas daun kelor. Mereka harus jeli melihat peluang dan berpikir cerdas," kata Johannes


Dihubungi terpisah, dosen Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung (UNISBA), Endang Pudjiastuti mengajak para peserta SNMPTN untuk berpikir realistis. Ia juga mengatakan, SNMPTN dapat digunakan untuk mengukur kepandaian minat dan bakat. Ketika tidak lolos, anggap saja karena kurang beruntung.
"Para siswa harus paham dan realistis. Mereka tidak lolos mungkin karena kurang bersaing dalam minat dan bakat (program studi) yang dipilihnya," kata Endang.

"Seharusnya, para siswa yang mendaftar SNMPTN sudah dapat menentukan program studi apa yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Ini seperti lomba, mereka harus tahu potensi. Namun tenang saja, ini kan ajang mengukur diri, anggap saja sedang kurang beruntung karena keliru saat menjawab," tambahnya.
Jadi, jangan terpaku pada kegagalan. Tentukan langkah berikutnya, karena di manapun pasti ada gerbang kesuksesan!

Cara Biar Matematika Itu Menyenangkan



Selama ini selalu ada cap "menakutkan" terhadap pelajaran Matematika. Padahal, pelajaran hitung-menghitung ini bisa dibuat menyenangkan. Bagaimana caranya?
Tokoh Sains dan Matematika Indonesia, Yohannes Surya menjelaskan, Matematika terasa menyenangkan ketika seseorang mengerjakan soal-soal Matematika dalam waktu yang cukup lama. Larut dalam keasyikan sehingga membuat seseorang cenderung tak ingin diganggu. Salah satunya dengan menggunakan alat peraga.
"Asyik dan menyenangkan. Ketika kita bicara asyik, kita cenderung tidak mau diganggu. Biasanya orang benci Matematika karena dianggap susah dan tidak menarik. Tapi dengan alat peraga, Matematika akan menjadi lebih mudah," kata Yohannes, Jumat (1/7/2011) di Jakarta.

Bagi mereka yang sudah menemukan keasyikan Matematika, pasti akan mengerjakan ribuan soal, seperti tidak mengerjakannya. "Puji terus biar tambah semangat. Terlebih jika mengemasnya dalam sebuah game atau lagu, itu akan sangat menyenangkan," ujarnya.

Ia berharap, dengan menyukai Matematika, logika anak akan berkembang. Selain itu, Matematika akan menjadi teman dan Sains akan disukai. Dengan menguasai Matematika, menurutnya, mempelajari Sains juga akan lebih mudah.

"Itu yang kita harapkan karena logika yang berkembang akan membantu dia (anak) dalam menyelesaikan masalah," tandasnya.

Membuat Matematika mudah
Yohannes juga mengatakan, harus ada perubahan persepsi terhadap Matematika. "Pendapat yang menganggap Matematika sebagai momok harus kita ubah. Karena Matematika begitu gampang dan semua orang bisa memahaminya. Saya yakin setiap anak bisa Matematika," ujarnya.

Untuk membantu anak cepat memahami Matematika, selain metode Gasing, cara lain bisa dilakukan dengan konsep bermain, dan lakukan latihan sesering mungkin. Jika sudah mengerti, dua jam sehari latihan mengerjakan soal Matematika akan terasa cepat karena sudah dianggap sebagai hal yang mengasyikkan.
"Jika sudah merasa asyik, anak akan merasa kurang hanya dengan dua jam. Di Papua, anak-anak yang saya ajari meminta enam jam setiap hari untuk latihan Matematika. Bahkan mereka bilang, mereka mau belajar Matematika sampai jam 10 malam, karena asyik," tandasnya.

"Dalam Matematika, mengerjakan soal bukan menguji, melainkan memuji. Semua orang suka dipuji, itu konsep yang selama ini belum dipakai orang," tambah Yohannes.

Dari Advokasi hingga HAM Kontemporer



Kepala Sekolah Hak Asasi untuk Mahasiswa (SeHAMA) Papang Hidayat mengatakan, kurikulum yang diterapkan oleh SeHAMA adalah berdasarkan pengalaman Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) selama 13 tahun berkecimpung di dunia advokasi hak asasi manusia (HAM). SeHAMA memberikan pelatihan HAM selama tiga minggu untuk 31 mahasiswa terpilih dari berbagai universitas di seluruh Indonesia.

"Kurikulumnya berdasarkan pengalaman Kontras selama 13 tahun," kata Papang, Senin (4/7/2011), di Kantor Kontras, Menteng Jakarta Pusat.

Ia menjelaskan, ada beberapa materi dalam SeHAMA, seperti materi dasar yang memberikan pemahaman teori-teori, konsep dan mekanisme dasar tentang HAM. "Selanjutnya adalah advokasi, yaitu belajar menyelesaikan masalah-masalah pelanggaran HAM. Reformasi sektor keamanan, karena dulu para pelanggar HAM berasal dari sektor tersebut," tambahnya.

SeHAMA tahun ini, sambung Papang, menyelipkan satu materi yang belum diterapkan sebelumnya, yaitu tentang HAM kontemporer. "HAM kontemporer itu yang saat ini marak terjadi, misalnya seperti bentrokan antar umat beragama," terangnya.

Selama tiga minggu, SeHAMA akan diisi dengan berbagai kegiatan seperti diskusi dan materi kelas, kunjungan ke berbagai institusi terkait, dialog dengan para korban HAM dan masyarakat minoritas, sampai melakukan investigasi dan analisa di lapangan.

"Semua akan dinilai, termasuk secara individual. Mereka berkesempatan magang di Kontras karena komunikasi tak akan putus setelah tiga minggu bersama dalam SeHAMA," kata Papang.

Seperti diberitakan sebelumnya, SeHAMA adalah Sekolah HAM yang didirikan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) didukung oleh Kedutaan Besar Kanada, Kedutaan Besar Perancis dan Kedutaan Besar Swiss.

Yang Perlu Diketahui soal Pendidikan di Inggris



Inggris merupakan salah satu negara yang menjadi tujuan untuk melanjutkan studi. Baik bagi para pemburu beasiswa, maupun yang studi dengan biaya sendiri. Nah, sebelum memutuskan akan bersekolah di mana, ada baiknya mengetahui bagaimana institusi pendidikan di Inggris. Panduan yang dibuat Hotcourses ini, bisa membantu untuk mengenali institusi pendidikan di Inggris. Simak, yuk!

Di Inggris, terdapat lebih dari 170 institusi pendidikan dan lebih dari 500 lembaga pendidikan lanjutan yang menawarkan berbagai pilihan program kuliah dan mata kuliah yang mungkin tak ditemukan di institusi pendidikan di negara lainnya. Standar mutu juga telah ditetapkan untuk menjamin diperolehnya derajat pendidikan tertentu. Contohnya, semua universitas dan kolese di Inggris yang memberikan gelar, sebelumnya harus sudah mendapatkan wewenang khusus untuk memberikan gelar oleh Pemerintah Inggris Raya. Program kuliah dan institusi juga dipantau dan dievaluasi secara teratur.

Sebagai informasi, secara garis besar, institusi-institusi pendidikan terbagi menjadi kolese pendidikan tinggi, universitas, dan institusi pendidikan lanjutan. Mari kita kenali satu per satu!

Kolese pendidikan tinggi

Kolese di Inggris Raya memberikan rentang tingkatan kualifikasi yang cukup beragam, cenderung lebih santai dibandingkan universitas. Kolese lebih menekankan pada pembelajaran di kelas dan praktik lapangan. Kebanyakan kolese pendidikan tinggi tidak berhak untuk memberikan gelar atas nama mereka sendiri. Oleh karena itu, lazimnya mereka bekerja sama dengan sebuah universitas yang berhak untuk memberikan gelar. Kolese biasanya menawarkan pendidikan yang mencakup berbagai jenjang, dari kualifikasi kejuruan, A-level (kualifikasi tingkat sekolah di Inggris Raya), program kuliah akses dan dasar untuk memasuki jenjang universitas serta beberapa kualifikasi gelar penuh lainnya.

Universitas
Universitas memberikan kualifikasi tingkat sarjana (BA, BSc dan BEng) dan pascasarjana (MA, MBA, dan PhD) yang terbagi menjadi tiga kategori, yaitu:

• Universitas Kampus
Universitas Kampus menyediakan semua yang dibutuhkan dalam satu tempat. Biasanya merupakan universitas baru, berdasarkan sebuah kampus yang dibangun sesuai tujuan, pada umumnya di pinggiran kota, walau ada pula yang di tengah kota. Pembangunan gedung ini mencakup ruang jurusan universitas, balai kuliah, perpustakaan, fasilitas olahraga dan belanja. Ada kemungkinan terdapat pula pilihan fasilitas akomodasi. Tujuannya adalah menyajikan komunitas pendidikan dan fasilitas pembelajaran dalam satu kampus.

• Universitas non-kampus
Apabila Anda ingin lebih membaur dengan komunitas penduduk setempat, universitas non-kampus merupakan pilihan yang paling tepat. Biasanya banyak dijumpai di kota besar dengan bangunan yang menyebar di satu area. Mereka cenderung universitas lebih tua yang telah secara alami bertumbuh-kembang selama bertahun-tahun dan memiliki jurusan di lokasi yang berbeda. Mayoritas dari universitas jenis ini memiliki asrama, meskipun Anda harus berpindah-pindah antara lokasi berkuliah.

• Universitas Terpadu
Beberapa universitas di Inggris Raya, khususnya yang tertua seperti Cambridge, Oxford dan York, sebenarnya terbentuk dari beberapa kolese kecil. Walaupun Anda terdaftar sebagai salah satu mahasiswa dari universitas, tiap kolese berperan sebagai kampus kecil. Kolese Anda akan menyediakan akomodasi, fasilitas, kehidupan sosial dan hiburan, meskipun Anda akan belajar bersama para mahasiswa dari kolese lain, dan bebas untuk menggunakan fasilitas yang lain itu.

Kolese pendidikan lanjutan
Banyak mahasiswa yang memilih kolese pendidikan lanjutan (FE). Sekolah ini termasuk city college, kolese teknologi, dan kolese daerah, yang nama-namanya bervariasi. Anda dapat ikut serta dalam berbagai macam program studi dan kualifikasi di FE, dan memungkinkan Anda untuk berhubungan dengan industri lokal.
Sejumlah besar kolese kini menarik perhatian para mahasiswa dari luar negeri dengan memberikan program kuliah dasar satu tahun dan program pra pascasarjana dengan tujuan mereka mempersiapkan diri untuk pendidikan gelar sarjana dan pascasarjana.

Work-based study (pendidikan sesuai bidang kerja)
Jika Anda sudah terpikir mengenai jenis pekerjaan tertentu seperti arsitektur, hukum atau dokter gigi, Anda dapat mendaftar di sekolah profesi atau kolese di Inggris Raya sambil bekerja sebagai staf junior di salah satu perusahaan. Program kuliah semacam ini tidak dikelola oleh institusi pendidikan formal, namun diakreditasi oleh organisasi profesional seperti Chartered Institute of Marketing atau the Association of Chartered Certified Accountants.

Kalender akademik
Tahun ajaran baru biasanya dimulai pada bulan September dan berakhir pada bulan Mei. Sering kali dibagi menjadi dua periode atau semester. Periode pertama berlangsung sampai Desember, sebelum libur di akhir tahun. Semester kedua dimulai pada bulan Januari hingga Mei.

Kursus Bahasa Inggris
Dalam satu kurun waktu tertentu, terdapat sekitar 600.000 mahasiswa dari seluruh dunia belajar bahasa Inggris di Inggris Raya. Kursus itu meliputi persiapan ujian seperti IELTS, TOEFL, Ujian Cambridge dan GMAT. Kursus bahasa Inggris lainnya bertujuan untuk mempersiapkan Anda memasuki jenjang universitas atau untuk bisnis dan pengajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing.

Kursus dapat dalam bentuk bahasa Inggris umum dan intensif bagi pemula ke atas, hingga kursus yang secara khusus ditujukan untuk pendidikan lanjutan, seperti English for Academic Purposes (EAP), atau kursus bahasa Inggris khusus untuk memasuki jenjang universitas. Masing-masing memiliki perbedaan waktu penyelenggaraan, bergantung pada tempat pendidikan yang Anda pilih. Setiap institusi juga memiliki persyaratan khusus pendaftaran dan tenggat waktu. Silakan hubungi institusi yang Anda pilih untuk mendapatkan informasi secara lebih lengkap.

Sumber: Hotcourses Indonesia