Mahasiswa Cupid

Investasi Mahasiswa

Saat nya yang muda memahami apa sebenarnya itu investasi, kesempatan kali ini Cupid hadirkan sebuah artikel mengenai apa sich INVESTASI itu..?? Sadar bahwa mahasiswa , Hidup nya bukan untuk kuliah saja, tapi mulai lah dari diri sendiri untuk sekedar tahu , dan melakukan aksi tentu nya. urusan tentang masalah kehidupan finansial kelanjutanya setelah Lulus Dari Perkuliahan.


“Beranikah saya mengambil risiko dalam berinvestasi?” Pertanyaan ini mungkin sering terlontar bila Anda sedang menimbang-nimbang untuk melakukan investasi. Katakan Anda punya uang Rp 10 juta, dan Anda bingung apakah akan menaruhnya di bank atau di tempat lain. Kalau ditaruh di bank, Anda mungkin merasa aman. Tetapi kadang-kadang, tawaran investasi di tempat lain seringkali cukup besar dan sangat menggoda, sehingga ini kadang-kadang menakutkan Anda.


Yang namanya investasi pasti ada risikonya. Nah, dari pengalaman saya selama ini, biasanya hanya ada tiga (3) risiko yang paling ditakutkan orang ketika mereka berinvestasi:


Turunnya Nilai Investasi
Risiko yang paling ditakuti orang ketika berinvestasi umumnya adalah “Apakah uang saya akan hilang?” Kebanyakan orang mungkin menjawab “tidak” kalau ditanya seperti itu. Iyalah, mana ada, sih orang yang mau kehilangan uangnya? Akan tetapi, masalahnya, yang namanya risiko pasti ada dalam setiap investasi. Hanya bedanya adalah di ukurannya. Ada produk investasi yang risikonya cukup besar, ada yang sedang, ada yang kecil. Itu mungkin butuh pembahasan yang khusus di NOVA nomor-nomor mendatang. Yang jelas, satu hal yang paling ditakuti orang, sekali lagi adalah: “Apakah uang saya akan hilang?”


Oke, sekarang kalau Anda berinvestasi, seberapa besar penurunan nilai yang bersedia Anda tanggung bila Anda mengalami kerugian? 10 persen? 30 persen? 50 persen? Atau 100 persen? Berapapun besar kerugian yang bersedia Anda tanggung, ingatlah, itu adalah bagian dari berinvestasi. Jangan pernah mengharapkan Anda akan terus-menerus untung. Yang namanya kerugian, sesekali memang harus dialami. Kalau enggak mengalami, ya enggak belajar, kan?


Sulitnya Produk Investasi itu Dijual


Risiko kedua yang paling ditakuti orang ketika berinvestasi adalah apakah produk investasi yang dibelinya itu mudah untuk dijual kembali. Beberapa orang mungkin senang berinvestasi ke dalam emas karena emas dianggap mudah dijual kembali. Akan tetapi, ada juga orang yang berinvestasi ke dalam mata uang dolar Amerika, dan dolar tersebut cepat-cepat dimasukkannya ke bank. Ini karena bila dolar itu disimpan di lemari, maka kondisi fisik dari kertas uangnya mungkin akan menurun, dan itu kadang-kadang akan menyulitkan bila suatu saat dolar itu hendak dijual kembali. Maklum, beberapa bank seringkali tidak mau membeli mata uang asing Anda bila kondisi uang kertasnya robek, rusak atau kumal.
Contoh lain dari produk investasi yang tidak selalu mudah untuk dijual kembali adalah barang-barang Koleksi. Barang-barang koleksi umumnya tidak selalu mudah dijual kembali karena pasar pembeli barang-barang ini sangat spesifik. Lukisan misalnya. Karena pasarnya yang spesifik, tidak selalu mudah menjual lukisan. Tapi, sekali terjual, bisa saja harganya sangat tinggi dan memberikan untung yang lumayan buat orang yang menjualnya.




Jadi, sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi, ketahui lebih dulu seberapa mudahnya produk investasi Anda bisa dijual kembali. Jangan sampai Anda berinvestasi tapi tidak bisa menjualnya, karena barangnya memang sulit dijual.


Hasil Investasi yang Diberikan Tidak Sebesar Kenaikan Harga Barang dan Jasa
Bayangkan kalau Anda berinvestasi di deposito yang memberikan bunga 10 persen setahun, sedangkan dalam setahun harga barang dan jasa malah naik 15 persen? Hal ini seringkali terjadi, bukan karena terlalu tingginya kenaikan harga barang dan jasa, tetapi karena produk yang dipilih itu sendiri belum tentu sesuai.
Iya dong, beberapa dari Anda mungkin menginginkan produk investasi yang aman dan konservatif. Tetapi, konsekuensinya adalah bahwa Hasil Investasi yang didapat mungkin saja tidak bisa menyamai kenaikan harga barang dan jasa. Kalau itu terus Anda alami dari tahun ke tahun, maka Anda akan bangkrut.


Apa yang harus Anda lakukan untuk menghadapi risiko ini? Jangan menutup diri terhadap informasi. Pelajari produk-produk investasi lain yang mungkin Anda belum tahu, dan setelah itu cobalah masuk ke situ dengan mempertimbangkan segala konsekuensinya. Lama-kelamaan, Anda pasti bisa mengatasi tingginya kenaikan harga barang dan jasa dengan berinvestasi pada produk yang memang berpotensi untuk bisa memberikan hasil yang lebih tinggi dibanding kenaikan harga barang.


Selamat berinvestasi!




Materi Ngawur Tidak Pada Tempat nya........

Marhaban Ya Ramadhan

UGM Membuka Program Studi Baru


Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (UGM) akan membuka lima program studi baru. Hal itu dikatakan Wakil Rektor Senior Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Retno Sunarminingsih, Rabu (27/7/2011), di Yogyakarta.


"Kelima program studi adalah Program D3 Metrologi dan Instrumentasi, Magister Manajemen Bencana, Magister Manajemen Pendidikan Tinggi, Program S2 Keperawatan, dan Program S2 Kebidanan," kata Retno, disela upacara wisuda pascasarjana UGM, hari ini.


Menurut dia, tiga dari lima program studi tersebut akan dibuka tahun ini. Adapun, program S2 Keperawatan dan S2 Kebidanan dibuka tahun depan.


"Kami berharap kehadiran program studi baru tersebut dapat memperkuat kinerja UGM, khususnya Program Pascasarjana," ujar Retno.


Ia mengatakan, UGM dalam 10 tahun terakhir terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas lulusan Program Pascasarjana. "Salah satunya melalui penjaminan mutu proses akademik maupun peningkatan kerja sama dengan perguruan tinggi internasional yang berkualitas," katanya.


Menurut dia, peningkatan mutu program studi juga dilakukan UGM melalui internasionalisasi program studi, yakni pengembangan kerja sama dengan universitas internasional bermutu. Kerjasama itu meliputi pertukaran dosen dan mahasiswa, penyelenggaraan program gelar ganda, dan penelitian.

Over Dosis Belajar ??

Quote:When I was kid I had been slept with some books as my pillows, while I grew up I started to sleep with my computer as my roommate, until last night I found myself was sleeping with a hundred of papers as my blanket. Damn!!! When will I sleep with the hell of you dear as my spouse??? ^__^
Si Novan yang OD Belajar

Berikut kisah ane pribadi om, tolong masukannya supaya gak kelewat OD gara2 kebanyakan belajar, makasih ya om sebelumnya.

Ane Ditanya ibu bangun tidur
Ibu: Kamu tidur sama siapa semalam kok segar betul wajahnya pagi ini?
Novan: Seperti biasa bu, sama buku, paper dan komputer.

Ane Ditanya kawan di kampus
Kawan: Lo fit banget hari ini, pasti pake barang baru, merk nya apa, rebook bukan?
Novan: Gak ada Re nya, cuma Book aja.
Kawan: Loh memang ada ya merk kayak gitu?
Novan: Ada… nemunya di rak buku, bukan rak sepatu.

Ane Ditanya Dosen di kelas
Dosen: Kamu sarapannya makan apa, kejawab semua quiz hari ini?
Novan: Makan kertas Pak.
Dosen: Loh memang sarapannya dimana?
Novan: Di meja belajar Pak, bukan di meja makan.

Ane Ditanya Sohib di kantin
Sohib: Minum apa tadi pagi sob?
Novan: Minum Black sob
Sohib: Lo negak alkohol ya sekarang, kok minum wine sih.
Novan: Maksudnya black ink, soalnya ambilnya bukan dikotak es, tapi di kotak pensil.

Ane Ditanya Preman Komplek
Preman: Bro, lo pakau gak?
Novan: Wah udah addicted bang
Preman: Kalo gitu ngefly bareng nyok
Novan: Sip, punya serbuk putih gak bang?
Preman: Maksud lo heroin?
Novan: Bukan bang, maksud gw kapur tulis.
Preman: Adanya selang, sini gw sedot lo… (wah abang premannya kesel!!!)…

Ane Ditanya Adik dirumah
Adik: Mas..ke bengkel yuk, ganti sparepart baru
Novan: Males ah, klo ke Grammed mau, banyak buku baru
Adik: Gak gaul banget sih mas usulannya
Novan: Jiaaaa, itu anak racing juga gaul gara-gara belajar dari buku otomotif
Adik: Gimana kalo ke Bulungan, ngetest alat gratisan lagi.
Novan: Lagi gak semangat ah, ngetes kalkulator aja di kamar.
Adik: Kalo gitu ngegokart aja yuk, abis itu ke Parmad deh ngecengin cewek-cewek, pasti semangat.
Novan: Wew, secantik-cantiknya anak Parmad, cewek ku tetep paling cantik
Adik: Ya udah pacaran gih sana, jangan belajar mulu
Novan: Ini bentar lagi juga janjian sama doi di Kuningan.
Adik: Wah ke Pasfes ya mas? ikut dong.
Novan: Bukan pasar festival, perpus Soemantri nya.
Adik: Sekalian aja mas ke Gelora belajar Kesenian, ke Senayan belajar Penjas, ke KTS terus ke Kemang buat belajar Tata Boga. Abis itu ke Citos belajar ekonomi, ke Pelangi belajar IPS, terakhir ke Sentul belajar matematika, ukur deh tuh panjang x lebar sirkuit, dari Sentul langsung ke Puncak memahami alam belajar hukum fisika sama zat kimia (hehehe.. adik ane anak gaul om, kesel nya gitu deh).

Akhirnya ane curhat sama pacar ane, klo ada yang aneh sama diri ane.
“Kasian kamu sayang, sini cium aku supaya gak ngerasa aneh lagi” kata pacar ane. Abis ane cium pacar ane, terus doi tanya lagi “gimana skrg, udah enakan kan sayang?” Ane jawab jujur “jangan marah ya sayang, kayaknya kok lebih enak nyium wangi Kenari.” Ekspresi doi langsung berubah “kalo gitu kamu pacaran aja sana sama cici di Glodok.

Wah cewek ane ikutan kesel juga akhirnya. Sial ane diputusin om..

İni aslinya adalah tulisanku.... :hore!!!!!